Maumere, seputar-ntt.com – Menyimak situasi Bangsa yang tengah carut marut diberondong dengan upaya Radikalisme dan fundamentalisme agama, para imam dan calon imam Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret menyuarakan dukungan mereka bagi institusi Polri dan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI.
Bentuk dukungan ini dikemas dalam prosesi pengantaran sejumlah karangan bunga ke Mako Polres Sikka, Minggu (7/5/2017) siang.
Disaksikan seputar-ntt.com, Karangan bunga yang diarak dari halaman depan Mako Polres Sikka diterima oleh Kabag Sumber Daya (Sumda) Polres Sikka, Kompol I Nyoman Surya Wiryawan.
Koordinator aksi, Pastor Inosensius Mansur, Pr, menegaskan aksi yang dibalut dalam nada damai tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Polri dan TNI untuk memberantas gerakan radikal dan fundamentalis atas nama agama.
Menurutnya, karangan bunga dapat mewakili ungkapan damai karena lewat bunga secara psikologi dapat menciptakan suasana nyaman.
“Ini bentuk dukungan kami pada Polri dan TNI, semoga dukungan kami ini menjadi kekuatan bagi dua aparatur Negara ini bisa menjalankan tugasnya sebaik mungkin menjaga kenyamanan masyarakat,” ujar pastor asal Manggarai ini.
Lebih lanjut, pastor ini mengakui bahwa gerakan ini sejatinya terinspirasi dari gerakan di Jakarta yang mendukung Ahok. Ia mengharapkan, masyarakat bisa terketuk pintu hatinya untuk mendukung kinerja Polri dan TNI menjaga keutuhan NKRI.
“Lewat gerakan ini kami mengharapkan kesadara kolektif masyarakat mendukung tugas TNI dan Polri mencegah merebaknya aksi radikal dan fundamental agama yang dapat merong-rong Pancasila sebagai dasar NKRI sebagaimana sudah ditetapkan oleh Founding Fathers kita,” papar Pastor Ino.
Sementara itu, Wakapolres Sikka, Kompol Muhammad Saleh, mengapresiasi dukungan yang diberikan para pastor dan calon pastor ini. Menurutnya dukungan ini merupakan spirit bagi Polri untuk menjaga situasi kamtibmas.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi di Kabupaten Sikka masih aman terkendali namun pihaknya terus melakukan pemantauan sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Kalau di Sikka hingga saat ini masih kondusif apalagi suasana toleransi antarumat beragama masih dijaga oleh masyarakat di sini. Kami berharap situasi ini terus dijaga dan tentunya kami akan terus melakukan pemantauan sehingga benih radikalisme dan fundamentalisme tidak tumbuh di Sikka,” tandas Kompol Muhammad. (Chs)
Follow