Kupang, seputar-ntt.com – Ada banyak cara mengenal sebuah kota. Sebagian orang memilih berjalan di lorong-lorong tuanya, sebagian lagi menyusuri pantainya. Namun, bagi Joko Widodo, Jumat siang itu, Kota Kupang dikenali lewat semangkuk sop buntut yang mengepul hangat dan segelas Es Saboak yang dinginnya menenangkan.
Usai menunaikan salat Jumat di Masjid Penfui, Presiden ke-7 Republik Indonesia itu tidak langsung menuju agenda politik berikutnya. Rombongan berbelok ke Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang, tempat Subasuka Restaurant berdiri dan telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner di Kota Kupang.
Di gerbang restoran, suasana terasa akrab. Pemilik Subasuka, J. Don Putra Gotama, bersama sang istri Linda Gotama Puspadewi, putra mereka Briando Pribadi Gotama beserta Patty Gotama, menyambut langsung kedatangan tamu istimewa itu.
Prosesi penyambutan berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Sehelai kain tenun disampirkan Don Putra Gotama di bahu kanan Jokowi. Sang mantan Presiden membalas dengan senyum dan ucapan terima kasih sebelum melangkah masuk menuju ruang makan.
Di meja yang telah tertata rapi, berbagai hidangan khas dan favorit Subasuka mulai berdatangan. Sop buntut, ikan bakar sambal matah, mie goreng XO, ayam goreng saus Inggris, sapo tahu hotplate, sei original, cah kangkung bunga pepaya, hingga cumi goreng krispi tersaji berurutan.
Jokowi duduk semeja bersama putranya, Kaesang Pangarep, Grace Natalie, Wali Kota Kupang Christian Widodo, serta sejumlah politisi dan akademisi dari Jakarta. Obrolan mengalir santai, sesekali diselingi tawa ringan yang membuat suasana makan siang terasa lebih hangat daripada sekadar jamuan resmi.
Namun, di antara beragam hidangan yang memenuhi meja, perhatian justru tertuju pada sebuah gelas tinggi berisi minuman berwarna segar. Es Saboak, salah satu minuman andalan Subasuka, rupanya menjadi penutup yang paling berkesan.
“Pak Jokowi sangat menikmati Es Saboak yang kami suguhkan,” tutur Yudith Noach, karyawan senior Subasuka yang dipercaya melayani langsung di meja Jokowi. Bersama Tamara Dami dan Jani Iyu, mereka memastikan setiap sajian tersaji dengan baik di bawah koordinasi Tamar Ndun dan Yuli Ola.
Menurut Yudith, selain Es Saboak, Jokowi juga tampak menikmati sop buntut hangat, mie goreng XO, dan sei original. Sementara Kaesang lebih banyak memilih sei original, mie goreng, serta cumi goreng krispi.
Bagi keluarga besar Subasuka, momen itu bukan sekadar melayani pelanggan. Kehadiran seorang mantan Presiden Republik Indonesia menjadi catatan istimewa dalam perjalanan restoran yang selama ini menjadi salah satu ikon kuliner di Kupang.
“Kami atas nama manajemen mengucapkan terima kasih karena telah memilih Subasuka sebagai tempat santap siang. Ini merupakan sebuah penghargaan bagi kami. Semoga pelayanan kami berkenan, dan apabila ada kekurangan kami mohon maaf,” ujar Don Putra Gotama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang Christian Widodo yang memilih Subasuka sebagai lokasi jamuan makan siang bagi Jokowi dan rombongan.
“Bagi kami, ini adalah sebuah kehormatan sekaligus kepercayaan yang sangat besar,” katanya.
Ungkapan serupa disampaikan Briando Pribadi Gotama. Menurutnya, kunjungan Jokowi memberikan kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar Subasuka.
“Ini adalah kunjungan yang sangat istimewa. Kami berterima kasih kepada Bapak Joko Widodo beserta rombongan yang telah menikmati hidangan kami,” ujarnya.
Di tengah padatnya agenda safari politik, makan siang di Subasuka mungkin hanya berlangsung sekitar satu jam. Namun, dari meja makan itu tersisa sebuah cerita sederhana: tentang keramahan orang Kupang, tentang tenun yang disampirkan penuh hormat, dan tentang segelas Es Saboak yang berhasil meninggalkan kesan di lidah seorang mantan Presiden.
Kadang, sebuah kota memang lebih mudah dikenang bukan lewat pidato panjang, melainkan lewat rasa yang tinggal lebih lama daripada kata-kata. (*jrg)
Follow