Ina Najwa, Bidadari Tanpa Sekat

Date:

Share:

Seputar-ntt.com – Wajah mirip artis, tapi sejatinya adalah jurnalis. Kecerdasannya menjadi mercusuar buat kaum hawa. Dia menjadi inspirator bagi pemburu berita, dan suluh bagi kuli tinta. Cara menggiring narasumber yang cerdas dan tahu persis kapan menahan tanya. Dia garang dalam polesan nan ayu membuat lawan bicara sulit menduga sedang dijebak. Semua ini menjadikan dirinya sempurna sebagai idola wartawan. Dia menjadi bidadari tanpa sekat dalam hayalan para pewarta.

Dia bisa ngobrol dengan pengemis tapi bisa satu meja dengan petinggi negeri. Namanya Najwa Shihab. Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977.  Wanita berdarah Arab yang akrab disapa Nana ini, selalu saya jumpai setiap hari Rabu malam. Malam yang akan terasa sepi jika dilewatkan tanpa melihat wajahnya di acara Mata Najwa Metro TV.

Saya Jatuh Cinta pada kata-kata yang dia lantunkan disetiap penghujung acara. Kata yang syarat makna dan menentramkan jiwa. Semua gundah malam akan gemetar melihat setiap gerak bibirnya saat membaca narasi akhir. Kata-kata yang menikam kalbu, sarat makna, membelah nurani dalam intonasi nirwana.

Saya semakin jatuh cinta padanya akhir-akhir ini. Disetiap pesona acara Mata Najwa dia selalu tampil mengenakan tenun ikat dari berbagai suku di Nusa Tenggara Timur. Saat dia menggunakan tenun ikat dari Pulau Sabu Raijua saya kemudian memberi julukan baru baginya. “Ina Najwa, Bidadari Tanpa Sekat”. Dia tak risih menggunakan tenun ikat dari Provinsi yang dikenal miskin. Dia bahkan terlihat anggun dan cantik, sejatinya seorang wanita.

Entah berapa honor yang diberikan oleh masyarakat NTT sehingga dia mempertontonkan kain tenun ikat dari negeri Flobamora kepada rakyat Indonesia. Foto-Foto Najwa Shihab dalam balutan tenun NTT berseliweran di media Sosial. Dia telah menjadi Idola tenun ikat NTT. Dia telah mendiami hati warga miskin yang lebih suka memakai batik ketimbang menggunakan tenun ikat sendiri.

Sayang, aku tak mengenalnya lebih dekat sehingga hanya sepenggal tulisan ini sebagai ungkapan hati mewakili rakyat NTT. Kalaupun Engkau ku kenal, tak cukup bentangan langit menulis tentang mu. Sebab inspirasi yang lahir karna mu, jauh melebihi kerinduan pelaut akan datangnya fajar dan melampaui keindahan panorama senja ketika jingga menghiasi tabir langit. Disini ku akhiri tulisan untuk mu, dipenghujung malam kala intuisi perlahan terlelap.

Seandainya engkau bertandang ke bumi tempat ku berpijak, akan kunyanyikan lagi Bolelebo, ku suguhi tarian Ledo Hawu sambil mencicipi jagung bose. Akan kuceritakan indahnya nusa ku dari Labuan Bajo hingga Pulau Rote. Itu semua sebagai tanda penghormatan, ikatan bathin bahwa kau adalah belahan jiwa warga NTT ketika tampil di layar kaca. (joey rihi ga)

 

 

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...