Kampung Adat Rindi Sumba Timur, Permata Budaya Marapu yang Masih Utuh

Date:

Share:

Waingapu, seputar-ntt.com – Di balik popularitas kampung adat Ratenggaro dan Praijing, Kabupaten Sumba Timur menyimpan permata budaya lain yang jarang tersentuh keramaian wisatawan: Kampung Rindi. Kampung ini berdiri di Kecamatan Tabundung, sekitar 70 kilometer arah selatan Kota Waingapu, dan merupakan salah satu permukiman adat Sumba yang masih mempertahankan arsitektur asli rumah dengan atap menjulang berbentuk menara.

Kampung Rindi dikenal sebagai kampung pusat klan atau kabihu tertua di wilayah timur Sumba. Susunan bangunannya mengikuti tata ruang tradisional: rumah-rumah berdiri mengelilingi halaman batu di mana makam leluhur berjejer dengan batu nisan megalitik. Bagi masyarakat Sumba, kematian dan kehidupan berjalan berdampingan, dan Rindi memperlihatkan hubungan itu secara paling gamblang.

Arsitektur rumah adat di Rindi khas dengan atap jerami yang menjulang tinggi ke langit, dipercaya sebagai jalur komunikasi antara penghuni rumah dan Mawulu Tau Majii, pencipta dalam kepercayaan asli masyarakat Sumba. Tinggi menara atap juga mencerminkan status sosial keluarga pemilik rumah.

Bagi pengunjung, daya tarik utama Rindi adalah kombinasi lanskap dan tradisi. Kampung ini dikelilingi sabana yang menguning saat musim kemarau dan berubah hijau saat musim hujan, dengan pemandangan bukit mengular yang khas tana timur Sumba. Pagi hari adalah waktu terbaik berkunjung, ketika cahaya matahari rendah menyorot tekstur kayu dan anyaman atap rumah adat.

Sebagian penghuni Rindi masih menenun kain hinggi dan lau di teras rumah mereka. Kain tenun Sumba Timur dikenal dengan motif hewan dan pohon hayat serta pewarna alam yang diambil dari akar mengkudu dan nila. Wisatawan yang datang dapat menyaksikan proses tenun secara langsung, bahkan mencoba membeli langsung dari penenun dengan harga yang jauh lebih adil dibandingkan toko suvenir di kota.

Akses menuju Rindi relatif mudah dibandingkan kampung adat lain di Sumba. Perjalanan darat dari Waingapu memakan waktu sekitar dua jam menggunakan kendaraan sewa atau motor. Jalur sebagian besar sudah beraspal, meski segmen terakhir berupa jalan tanah yang berdebu di musim kemarau dan licin saat hujan turun.

Fasilitas akomodasi di sekitar kampung masih terbatas. Kebanyakan wisatawan memilih menginap di Waingapu lalu berangkat pagi, atau menggabungkan kunjungan ke Rindi dalam perjalanan lintas selatan menuju Pantai Walakiri atau Pabal Village. Kombinasi kampung adat dan pantai dalam satu rute menjadikan hari perjalanan jauh lebih berkesan.

Etnografer dan peneliti asing telah lama menjadikan Rindi objek kajian, sebab kampung ini dianggap mempertahankan struktur sosial dan ritual Marapu yang paling utuh di Sumba Timur. Ritual besar seperti pemakaman adat dengan penyembelihan kuda dan kerbau masih berlangsung secara berkala, meski tidak terjadwal untuk kepentingan wisata.

Etika berkunjung perlu dijaga. Penghuni kampung membuka pintu mereka bagi tamu, namun rumah adat sekaligus ruang privat dan sakral. Meminta izin sebelum memotret, berpakaian sopan, dan menyumbang sejumlah dana ke kotak kampung adalah cara paling sederhana menghormati tuan rumah.

Kampung Rindi menutup daftar panjang destinasi budaya Sumba yang layak diperjuangkan kelestariannya. Ketika pariwisata NTT tumbuh, kampung-kampung seperti Rindi adalah alasan sejatinya orang melintasi lautan untuk datang: bukan sekadar pantai, melainkan kehidupan yang masih berdenyut dalam warisan leluhur.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...