Waingapu, seputar-ntt.com – Memaknai peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai wujud nyata sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur berkolaborasi erat dengan PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagakerjaan (UP2K) Sumba dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Timur. Kolaborasi ini berfokus pada percepatan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa yang selama ini belum terjangkau.
Dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Waingapu pada Kamis (24/09), kedua pihak merumuskan langkah strategis percepatan program Listrik Desa (Lisdes) sekaligus merancang strategi peningkatan Rasio Desa Berlistrik (RDB) dan Rasio Elektrifikasi (RE) di Kabupaten Sumba Timur.
Saat ini, Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Kabupaten Sumba Timur tercatat sebesar 81,41 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih terdapat 29 desa yang merindukan kehadiran penerangan dan listrik PLN. Oleh karena itu, percepatan program Lisdes menjadi langkah prioritas demi menghadirkan keadilan energi yang merata.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., menegaskan pentingnya pasokan listrik sebagai fondasi pembangunan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan kebutuhan mendasar untuk mendorong pendidikan anak-anak kita, mengoptimalkan pelayanan publik, menggerakkan roda ekonomi warga, hingga menggali potensi desa. Kami mengapresiasi dan terus mendukung sinergi bersama PLN agar akselerasi elektrifikasi berjalan lancar. Dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat siap kami kerahkan di lapangan,” ujar Umbu Lili Pekuwali.
Sementara itu, Manager PLN UP2K Sumba, Utrecht Putra Tauna, menyampaikan kesiapan penuh pihak PLN dalam menyusun peta jalan dan mengeksekusi pembangunan infrastruktur kelistrikan sesuai skala prioritas di lapangan.
“PLN berkomitmen penuh mendampingi pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan jaringan listrik. Selain membangun jaringan, kami memastikan seluruh infrastruktur memenuhi standar keandalan, keselamatan, dan kualitas teknis terbaik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga Sumba Timur,” terang Utrecht.
Ia menambahkan bahwa dukungan Pemkab Sumba Timur sangat krusial, terutamanya dalam membantu menyelesaikan perizinan serta penanganan kendala geografis dan sosial di lapangan.
Dukungan serupa ditegaskan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono. Beliau menyoroti momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai penyemangat untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
“Listrik adalah hak dasar dan motor penggerak kualitas hidup masyarakat. Sejalan dengan nilai luhur Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIW NTT terus berjuang menghadirkan keadilan energi hingga ke garis terluar dan pelosok desa. Kolaborasi yang kuat dengan Pemkab Sumba Timur adalah kunci keberhasilan akselerasi pembangunan infrastruktur kelistrikan yang tepat sasaran,” tegas F. Eko Sulistyono.
Melalui kemitraan dan semangat gotong royong ini, Pemkab Sumba Timur dan PLN optimistis mampu menghadirkan pasokan listrik yang merata, andal, dan berkelanjutan—membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Sumba Timur.(*)
Follow