Kalabahi, seputar-ntt.com – Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, meresmikan NTT Mart Dekranasda Kabupaten Alor, Selasa, 10/2/2026 pagi.
Kehadiran gerai ini menandai NTT Mart ke-21 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dikesempatan ini wagub menegaskan, NTT Mart dibangun di atas tiga pilar utama, yakni OVOP (One Village One Product), OSOP (One School One Product), dan OCOP (One Community One Product).
“Perlu sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan agar skema Kredit Usaha Rakyat mampu mendorong pertumbuhan IKM-UMKM, memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kemampuan teknis dan literasi keuangan, serta menciptakan pasar,” katanya.
Asadoma menambahkan, NTT Mart bukan sekadar toko modern, melainkan panggung bagi produk lokal, etalase kebanggaan flobamorata yang menjadi simpul dari rantai ekonomi daerah.
“Ini akan menjadi platform pemasaran yang menghubungkan produsen, petani, nelayan, pengrajin, dan UMKM dengan konsumen, hingga ke pasar nasional dan internasional,” ujar Wagub.
Ia juga mengatakan, berbelanja di NTT Mart bukan sekadar transaksi, tetapi merupakan tindakan nyata membangun NTT.
Sementara Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing menyampaikan, NTT Mart merupakan implementasi kebijakan politik pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk menjawab kebutuhan pasar bagi pelaku IKM-UMKM.
“Seluruh produk yang dipasarkan merupakan produk lokal Alor yang punya daya saing. NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Alor diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Senada juga disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo yang mengatakan, NTT Mart hadir sebagai sarana untuk membuka akses pasar secara luas bagi produk lokal.
“Platform ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat rasa keadilan dan kebersamaan, dimana setia pelaku usaha punya kesempatan yang sama untuk berkembang secara demokratis dan transparan, ” imbuhnya. (Pepenk)
Follow