Kalabahi, seputar-ntt. com– Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Hingga saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 80 persen dari total nilai kontrak sebesar Rp.9.465.578.111,98, yang bersumber dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
KNMP merupakan program pembangunan kawasan terpadu yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penyediaan infrastruktur perikanan, permukiman, serta fasilitas sosial dan ekonomi berbasis potensi lokal.
Di Kabupaten Alor, program ini diharapkan menjadi pengungkit penguatan sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Sejumlah pekerjaan fisik utama telah dilaksanakan, meliputi pembangunan saluran drainase dan jalan lingkungan, tambatan perahu, docking kapal, pondasi gudang dan pabrik es portable, kios perbekalan dan pemasaran ikan, bengkel nelayan, shelter cold box, sarana pasca panen ikan, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biotech 2 MP.
Selain itu, sebagian pekerjaan finishing seperti pengecatan serta pemasangan kusen, pintu, dan jendela juga telah berjalan.
Meski progres pembangunan tergolong baik, pelaksanaan KNMP masih menghadapi sejumlah kendala.
Salah satu kendala utama adalah aksesibilitas menuju lokasi, mengingat Kampung Nelayan Merah Putih berada sekitar 30 kilometer dari Kota Kalabahi sebagai pusat kegiatan ekonomi.
Ruas jalan provinsi dari Kampung Hula, Desa Alor Besar hingga Kelurahan Adang sepanjang kurang lebih 6–8 kilometer mengalami kerusakan sangat parah.
Kerusakan tersebut berupa lubang jalan, retak buaya, pengelupasan lapisan permukaan, serta penurunan dan ketidakrataan badan jalan.
Bahkan, pada beberapa segmen masih terdapat jalan tanah tanpa perkerasan yang mudah rusak akibat curah hujan tinggi dan beban lalu lintas.
Kondisi ini menyebabkan waktu tempuh yang seharusnya sekitar 30 menit menjadi lebih dari satu jam, sehingga berdampak pada mobilitas tenaga kerja, distribusi material konstruksi, serta pengangkutan hasil perikanan.
Selain persoalan akses jalan, kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan ketersediaan bahan baku konstruksi di Kabupaten Alor.
Sejumlah material utama seperti semen, agregat beton, besi dan baja, material atap, keramik, plafon, kusen, hingga bahan finishing tidak tersedia secara lokal dan harus didatangkan dari luar daerah, bahkan sebagian dari Surabaya.
Ketergantungan pada jalur transportasi laut menyebabkan peningkatan biaya konstruksi, risiko keterlambatan pasokan material, serta potensi gangguan jadwal akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Meski demikian, pembangunan KNMP di Kelurahan Adang tetap menunjukkan capaian yang positif. Pemerintah daerah dan pihak terkait berharap, dengan penyelesaian sisa pekerjaan dan dukungan peningkatan infrastruktur akses, Kampung Nelayan Merah Putih dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas perikanan dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Alor. (Pepenk)
Follow