NTT Juara Satu Perdagangan Orang di Indonesia

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt – Tahun 20l4 lalu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan perovinsi asal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) nomor satu di Indonesia. Padahal sebelumnya daerah ini tidak pernah masuk dalam daftar sepuluh besar daerah asal penyumbang korban TPPO.

Demikian keterangan Nurul Qoiriah selaku National Project  Coordinator, International for Migration (IOM) Indonesia melalui siaran pers yang diterima di Kupang, Minggu (l5/02/20l5) malam usai menyaksikan konser musik bertema “Tolak Human Trafficking di Bumi Nusa Tenggara Timur”.

Konser musik itu digelar di Aula Utama Seminari Tinggi Santo Mikhael, Penfui, Kupang oleh para Frater disaksikan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.F. Stig Traavik dan istrinya dan ratusan relawan pejuang Kemanusiaan tolak human trafficking di NTT.

Nurul menjelaskan, melihat kondisi NTT sedemikian parah untuk masalah human Trafficking, maka IOM bekerjasama dengan kementerian Tenaga Kerja dan Duta Besar Nurwegia untuk Indonesia menyelenggarakan kampanye publik mempromosikan migrasi aman dan anti perdagangan orang atau Safe Migration and Zero Tolerance for Human Trafficking di Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang.

Berdasarkan laporan dari IOM Indonesia demikian Nurul, sedikitnya 7.193 orang dengan 82 persen perempuan dan 18 persen laku-laki telah teridentifikasi sebagai korban TPPO dan mendapatkan bantuan langsung berupa biaya pemulangan, rehabilitasi, penuntutuan hukum dan reintegrasi social.

Dari jumlah tersebut, 78 persen terjerat pada situasi perdagangan orang akibat kemiskinan dan tidak dapat berkompetisi pada pasar tenaga kerja dalam negeri dikarenakan pendidikan dan keterampilan yang tidak memadai.

Selanjutnya, 42 persen dari korban yang secara lansung dbantu oleh IOM direkrut dan erjerembab dalam situasi perdagangan orang akibat bujuk rayu calo atau paspor yang tidak bertanggungjawab. Namun demikian, angka korban yang direkrut dan diberangkatkan menjadi TKI dan menjadi korban TPPO pun juga terbilang cukup tinggi yaitu 43 persen dari keseluruhan korban yang pernah ditangani oleh IOM Indonesia.

Kemudian dalam kampanye public di Belu, Sabtu, l4 Pebruai 20l5, Menteri Tnaga Kerja, Hanif Dhakiri saat itu menegaskan, kementeriantenaga Kerja tidak mentolerir siapapun baik swasta maupun petugas pemerintahan yang terlibat dalam proses    perdagangan orang dengan modus perekrutan dan penempatan TKI ke luar negeri.

Menteri juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mewaspadai bahaya TPPO karena pelaku pada umumnya bukanlah orang jauh, mereka adalah orang dekat dan hidup disekitar korban seperti tetangga, temana, saudara bahkan orang tua kandung ataupun tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sementara Dubes Norwegia untuk Indonesia, H.E. Stig Traavik usai konser di Aula Semnari Tinggi Mikhael menyatakan dukungans sepenuhnya bagi upaya-upaya pencegahan yang dilakukan oleh IOM dan pemerintah Indonesia demi mengurangi angka korban perdagangan orang di Indonesia.

“Perdagangan orang merupakan tindak criminal lintas negara dan merupakan pelanggaran berat atas hak azasi manusia, Maka dari itu untuk melawan perdagangan orang, diperlukan kerjasama dengan pemerintah, organisasi internasional, komunitas dan dunia usaha Tidak cukup hanya dengan menjerat pelakunya, tetapi upaya menyeluruh hingga ke masyarakat di tingkat akar rumput. Saya akan mendukung Indonesia dengan sepenuh hati dalam tugas yang maha penting ini,” kata Traavk.

Sementara Romo Leo Mali, PR dalah satu  tokoh Agama dan pejuang masalah kemanusian di NTT pada acara pembukaan konser music itu mengatakan, konser ini akan memberkan pesan-pesan yang amat penting kepada penonton untuk bersama-sama beruang untuk mencegah masalah-masalah kemanusiaan di sekitar lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Konser  ini dengan dihadiri Dubes Norwegia menggambarkan sebuah kesan bahwa perjuangan untuk menumbuhkan sikap anti human trafficking hars segera digelorakan. Dan para frater, yang ada di Seminari Tinggi St. Mikhael terutama yang akan menjalankan masa Tahun Oreintasi Pastoral (TOP) dan akan hidup berbaur bersama  masyarakat harus terus mengkampanyekan anti Human Trafficking di tempat pelayanan masing-masing.

Konser ini juga dimeriahkan dengan kehadiran Musisi jazz ternama asal Manggarai, Flores, Ivan Nestorman. Ivan tampil memukau dengan beberapa nomor lagu dari album terbarunya berjudul  “Mama Lekas Pulang” . Album ini dibuat atas inspirasi dari realita nyata migrasi TKI dan korban perdagagan orang asal NTT.(van)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...