Transformasi Menuju Perseroda, Charlie Paulus: Strategi Bank NTT Berpihak pada Pembangunan EkonomiĀ 

Date:

Share:

Kupang, seputarmtt.com — Transformasi Bank NTT menuju Perseroan Daerah (Perseroda) sebagai strategi besar, dalam memastikan keberpihakan pada pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan Dirut Bank NTT, Charlie Paulus kepada awak media, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Provinsi NTT, Senin (25/3/2026).

“Langkah ini bukan sekadar perubahan status hukum, melainkan strategi besar untuk memastikan bank daerah, benar-benar berpihak pada pembangunan ekonomi di NTT,” jelas Charlie.

Menurut Charlie, jika masih berbentuk PT umum, secara regulasi bank dapat melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia.

“Namun sebagai Perseroda, ingin memastikan bahwa dana masyarakat, digunakan untuk pembangunan ekonomi di NTT ini, bukan untuk pembiayaan di wilayah lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Charlie mengatakan, dengan aturan minimal 51 persen saham dimiliki pemda, Bank NTT diyakini tidak akan mudah dikuasai pihak luar.

‘Hal ini penting, untuk menjaga arah kebijakan bank tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat NTT, bukan semata orientasi bisnis nasional” tambah Charlie.

Diakui Charlie, ini bukan hanya soal legalitas, tapi soal arah dan keberpihakan. Kami ingin dana masyarakat NTT benar-benar kembali untuk membangun daerah ini.

Dari sisi operasional, Charlie memastikan bahwa Bank NTT tetap berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Perubahan status ini, tidak akan mengganggu kinerja, maupun sistem perbankan yang telah berjalan,” kata Charlie.

Charlie menjelaskan, perubahan menjadi Perseroda juga akan mempertegas identitas Bank NTT, sebagai bank milik daerah.

“Artinya, ekspansi bisnis tidak lagi menjadi prioritas utama keluar wilayah, melainkan difokuskan pada penguatan sektor ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga pembiayaan produktif,” papar dia.

Pada kesempatan yang sama, Charlie mengungkapkan, Bank NTT juga tengah mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan total alokasi mencapai Rp350 miliar.

“Dana ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, termasuk pekerja migran dan pelaku UMKM. Namun, harus dimanfaatkan secara bijak,” ujarnya mengingatkan.

Menurut Charlie, kredit tersebut untuk usaha, bukan konsumsi. Kalau tidak tepat sasaran, justru bisa memicu masalah baru. (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...