Kupang, seputar-ntt.com – Tersembunyi di kaki pegunungan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Air Terjun Mbathos di Desa Bain, Kecamatan Bikomi Nilulat, menawarkan pesona alam yang masih jarang tersentuh wisatawan. Airnya jatuh dari tebing berundak bebatuan kapur, dikelilingi rimbunnya pepohonan kering tropis khas Timor, menciptakan kolam alami yang jernih kebiruan di bawahnya.
Berbeda dengan destinasi pantai yang mendominasi peta pariwisata NTT, Mbathos menghadirkan suasana pegunungan yang sejuk dan tenang. Perjalanan dari Kefamenanu, ibu kota TTU, hanya memakan waktu sekitar 30 menit berkendara, dilanjutkan dengan jalur trekking singkat menuruni lereng yang dilewati pepohonan. Akses yang relatif mudah ini menjadikan air terjun ini cocok untuk wisata keluarga maupun pemula.
Kolam di dasar air terjun menjadi daya tarik utama. Pengunjung dapat berenang sambil merasakan dinginnya air pegunungan, atau sekadar duduk di bebatuan sambil menikmati suara gemuruh air yang jatuh. Kejernihan airnya memungkinkan terlihat dasar kolam yang berbatu, dan pada siang hari cahaya matahari yang menembus rimbun pohon menghasilkan pemandangan yang menawan untuk dipotret.
Masyarakat sekitar Desa Bain menjadikan area air terjun ini sebagai sumber air sekaligus lokasi rekreasi warga. Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran warga untuk merawat kebersihan lokasi mulai tumbuh, terutama setelah kunjungan wisatawan dari luar daerah mulai bertambah. Peran kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa dinilai krusial agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Waktu kunjungan terbaik adalah pada musim penghujan hingga awal kemarau, ketika debit air masih besar. Pada puncak kemarau, debitnya menyusut namun kolam tetap berair dan tetap nyaman untuk dikunjungi. Wisatawan disarankan datang pagi hingga sore hari, karena akses jalan menuju lokasi belum sepenuhnya beraspal dan gelap membuat perjalanan pulang kurang aman.
Sarana di lokasi masih sederhana. Pengunjung disarankan membawa bekal sendiri, mengenakan alas kaki gunung, dan memastikan meninggalkan sampah dibawa kembali. Sinyal komunikasi di area air terjun umumnya masih tersedia, meski tidak stabil di titik-titik tertentu.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi TTU lebih jauh, Mbathos bisa dikombinasikan dengan destinasi lain seperti Air Terjun Oenesu di perbatasan Kupang, situs sejarah perang Timor, serta kekayaan budaya Atoni di kampung-kampung adat. Rangkaian wisata alam dan budaya seperti ini menjadi cara terbaik menikmati Timor yang sesungguhnya.
Di tengah gencarnya promosi destinasi premium seperti Labuan Bajo dan Sumba, destinasi-destinasi tersembunyi seperti Air Terjun Mbathos justru mengingatkan bahwa NTT menyimpan keajaiban di setiap sudutnya. Cukup niat, kaki yang siap melangkah, dan rasa hormat pada alam, maka pesona Timor siap menyambut.(*)
Follow