Batu Bolong Alas Kupang, Gerbang Alam Megah Menghadap Samudera Hindia

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Menyusuri garis pantai barat Pulau Timor, wisatawan kerap melewatkan sebuah formasi alam yang unik: Batu Bolong di kawasan Alas, Kupang. Tebing kapur raksasa dengan lubang alami yang menembus tubuhnya ini berdiri gagak menghadap Samudera Hindia, menjadi salah satu spot foto paling dramatis di sekitar Kota Kupang.

Batu bolong—istilah setempat untuk tebing berlubang—terbentuk oleh proses abrasi gelombang laut selama ribuan tahun yang mengikis bagian lunak batu kapur. Hasilnya adalah gerbang alami raksasa yang kerap dibandingkan dengan destinasi serupa di NTT lainnya, seperti Batu Bolong di Pulau Timor bagian selatan. Keunikan Alas terletak pada kombinasinya dengan bukit savana yang menguning di sekitarnya, khas lanskap Timor.

Akses menuju lokasi relatif mudah. Dari pusat Kota Kupang, perjalanan darat hanya memerlukan waktu sekitar satu jam, melewati jalur pesisir dengan pemandangan savana dan hutan jati. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa, dan di titik tertentu perlu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menelusuri jalur setapak menuju bibir tebing.

Momen terbaik mengunjungi Batu Bolong Alas adalah sore hari. Matahari yang turun di garis horizon Samudera Hindia menghadirkan cahaya keemasan yang menembus lubang tebing—pemandangan yang menjadi incaran fotografer. Suara ombak yang menghantam karang di bawah tebing menambah nuansa megah lokasi ini.

Pengelolaan destinasi ini masih bergantung pada inisiatif warga sekitar. Tiket masuk dikenakan secara sederhana untuk membantu perawatan area parkir dan jalur menuju lokasi. Wisatawan diminta tetap berhati-hati saat berfoto di bibir tebing karena jurangnya cukup dalam dan angin kencangan bisa datang tiba-tiba.

Bagi pecinta surf, kawasan ini juga dikenal memiliki titik olahraga selancar dengan ombak yang cukup menantang di musim tertentu. Sementara bagi penggemar kuliner, perjalanan pulang bisa diselingi singgah ke warung ikan bakar di pesisir Tablolong yang berada di jalur yang sama.

Kehadiran Batu Bolong Alas menegaskan bahwa Kota Kupang bukan sekadar gerbang transit menuju destinasi besar NTT seperti Labuan Bajo atau Sumba. Pesona geologis kecil seperti ini memberi alasan bagi wisatawan untuk melambatkan langkah dan menikmati Timor dengan caranya sendiri.

Alam NTT memang gemar menyimpan kejutan di tempat yang paling tak terduga. Sebuah lubang pada tebing, ombak yang pecah, dan senja yang jatuh—resep sederhana yang sulit ditolak.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...